Kamis, Januari 29, 2026

MUI Makassar Sayangkan Munculnya Isu yang Mengoyak Ukhuwah

MUIMAKASSAR.ORG, Makassar – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar menyayangkan munculnya isu-isu yang mengoyak persaudaraan di tengah masyarakat belakangan ini. Fenomena tersebut dianggap memperlemah nilai ukhuwah yang semestinya menjadi perekat dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

Pernyataan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Internalisasi Nilai-nilai Ukhuwah Perspektif Keberagaman  yang digelar MUI Kota Makassar di Hotel Almadera Makassar, Sabtu (6/9/2025).

Ketua Komisi Ukhuwah MUI Kota Makassar, Dr. Machmud Suyuti, M.Ag., menegaskan bahwa ukhuwah tidak sebatas persaudaraan seagama atau sesuku, melainkan juga ukhuwah khalqiah, yakni persaudaraan sesama makhluk Allah.

Peserta FGD MUI Kota Makassar di Hotel Almadera Makassar, Sabtu (6/9/2025)

“Sangat disayangkan munculnya isu-isu yang mengoyak ukhuwah dengan beredarnya caci maki dan ujaran kebencian antar pribadi maupun kelompok sesama makhluk Tuhan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mengedepankan ukhuwah dalam menghadapi keragaman. “Perbedaan bisa menjadi berkah, tetapi juga bisa menjadi musibah. Tanpa ukhuwah, keragaman mudah melahirkan konflik,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.A., saat menyampaikan materinya, menekankan pentimgnya merawat persaudaraan di tengah-tengah masyarakat. Tanpa persaudaraan, katanya, hidup akan terasa hampa.

Peserta FGD MUI Kota Makassar di Hotel Almadera Makassar, Sabtu (6/9/2025)

“Tanpa ada persaudaraan maka hidup kita terasa pahit. Tidak ada yang hilang kalau kita punya teman, karena teman itu selalu melihat saudaranya,” ujarnya.

Ia lantas menguraikan bahwa konsep persaudaraan dalam Al-Qur’an memiliki makna yang luas dan moderat. “Persaudaraan dalam Al-Qur’an sangat fleksibel. Maknanya mendalam dan moderat. Kalau hanya dipahami dalam satu arti saja, berarti mempersempit makna yang sebenarnya,” ujarnya.

Menurut Muammar, persaudaraan merupakan nikmat dari Tuhan yang menjadi penyanggah hidup manusia. Persaudaraan bisa meringankan beban hidup, menjadi sandaran, sahabat utama, bahkan membuat hidup terasa indah. Tanpa persaudaraan, hidup terasa pahit,.

Narasumber : Prof Muammar Bakry (tengah), Dr. Machmud Suyuti (kanan), dan moderator Hasan Pinang

Ia juga mengibaratkan bahwa kualitas suatu tempat dan seseorang sangat ditentukan oleh lingkungan persaudaraan yang dibangun. “Tempat itu tergantung penghuninya, dan orang itu tergantung saudaranya,” tambahnya.

Persaudaraan merupakan nikmat Tuhan yang menjadi penyanggah hidup manusia. Kehadirannya bisa meringankan beban, menjadi sandaran, sekaligus penguat dalam menghadapi tantangan zaman.

FGD ini turut menghadirkan tokoh agama, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi memperkuat nilai-nilai ukhuwah sebagai landasan membangun harmoni sosial di Makassar. (*)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
22,800PelangganBerlangganan

Latest Articles