MUIMAKASSAR.ORG, MAKASSAR — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar mendorong adanya gerakan masif untuk menjaga moral generasi muda di tengah derasnya paparan konten digital yang dinilai berpotensi memengaruhi perilaku dan ketahanan moral masyarakat.
Hal tersebut akan dibedah dalam Diskusi Publik bertema “Membedah Kebijakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025: Ikhtiar Menjaga Moral Bangsa dan Ketahanan Nasional” yang digelar Komisi Fatwa MUI Kota Makassar di Hotel Horison Ultima, Makassar, Sabtu (29/8/2026). Selain unsur MUI, kegiatan ini dihadiri kepala Kantor Urusan Agama se- Kota Makassar.
Ketua MUI Kota Makassar yang diwakili Ketua I, KH Abdul Muttalib, mengatakan tema diskusi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan moral bangsa dan ketahanan nasional.
Menurutnya, salah satu isu yang perlu mendapat perhatian adalah ancaman nonmiliter, termasuk penyebaran LGBT. Ia menilai persoalan tersebut perlu disikapi dengan serius agar tidak berkembang dan memunculkan persoalan sosial lainnya.
“Jika ini dibiarkan, maka akan mendatangkan bencana dari berbagai penjuru, termasuk pergaulan bebas, minuman keras yang tidak terkendali, dan beredarnya makanan yang tidak jelas lagi halal-haramnya,” ujar Abdul Muttalib.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarif, yang sekaligus membuka diskusi, menekankan pentingnya perhatian bersama terhadap perkembangan dunia, khususnya perubahan perilaku generasi muda akibat perkembangan teknologi digital.
“Mari sama-sama kita perhatikan perkembangan dunia saat ini. Perlu ada gerakan masif agar moral kita dan generasi kita tetap terjaga,” kata Muhammad Syarif.
Ia menilai salah satu tantangan yang dihadapi orang tua dan masyarakat saat ini adalah semakin mudahnya anak-anak mengakses berbagai konten melalui perangkat digital, seperti telepon seluler dan iPad.
“Anak-anak dibiarkan dengan tontonan yang tidak sehat melalui HP, iPad,” ujarnya.
Menurut Muhammad Syarif, upaya menjaga moral generasi muda juga tidak dapat dipisahkan dari upaya memperkuat ketahanan nasional. Karena itu, diperlukan sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang.
Ia pun mengapresiasi pelaksanaan diskusi publik yang digelar MUI Kota Makassar tersebut. Menurutnya, forum semacam ini penting sebagai ruang untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menyikapi isu-isu aktual.
Ketua Panitia, Muh. Ilham, Lc., M.Fil., mengatakan diskusi publik tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin MUI Kota Makassar melalui Komisi Fatwa. Kegiatan itu diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat dalam menyikapi berbagai isu aktual yang berkembang di tengah masyarakat.
“Diskusi publik ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan MUI Kota Makassar dalam rangka meningkatkan pemahaman dan literasi dalam menyikapi berbagai isu-isu aktual yang terjadi di tengah masyarakat,” kata Ilham.
Melalui forum tersebut, MUI Kota Makassar berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kebijakan pemerintah, tetapi juga mampu melihat berbagai persoalan sosial secara lebih kritis dalam perspektif moral, agama, dan ketahanan nasional.(*)
