Sasar Ibu-Ibu Produktif, MUI Makassar Masifkan Pembinaan Karakter Anak dari Rumah

muimakassar.org – MAKASSAR – Komisi Perempuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak”, Sabtu (12/09).

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman orang tua, khususnya kaum ibu, mengenai pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter, akhlak dan kepribadian anak.

FGD tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Prof. Hj. St. Aisyah Abbas; Anggota Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Kota Makassar; serta Ketua Komisi V MUI Kota Makassar, Prof. Hj. Rahim Damis, M.A., AG.

Kegiatan turut dihadiri perwakilan Komisi Perempuan MUI dari tingkat kecamatan, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Makassar dari sejumlah kecamatan, serta perwakilan ibu-ibu muda yang masih produktif.

Ketua Panitia, Hj. Marwah S.S., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Komisi Perempuan MUI Kota Makassar yang secara konsisten menyasar kelompok masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di Kota Makassar.

Ia menjelaskan, selama dua tahun sebelumnya, kegiatan Komisi PRK menyasar remaja sekolah tingkat SMA melalui program pembinaan fikih nisa. Program tersebut dilakukan dengan menjangkau remaja dari sejumlah kecamatan di Kota Makassar.

Namun, tahun ini pihaknya memilih ibu-ibu sebagai sasaran pembinaan karena menilai perempuan, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter anak di lingkungan keluarga.

“Pada tahun ini, melihat bagaimana keadaan Kota Makassar, kami berkeinginan menyasar ibu-ibu. Kami beri judul sebagai pembinaan karakter, yaitu peran ibu dalam pembinaan karakter anak,” ujar Marwah.

Menurutnya, keterlibatan ibu-ibu yang masih produktif diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas. Para peserta diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan kepada ibu-ibu lainnya di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Makassar, Syekh AG. Dr. H. Baharuddin HS., M.A., menekankan pentingnya keteladanan dalam mendidik anak.Ia mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak hanya dilakukan dengan memberikan perintah, tetapi harus disertai contoh nyata dari orang tua.

Menurutnya, anak membutuhkan teladan agar nilai-nilai yang diajarkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau menyuruh anak, lantas kita kan pasti anak diberi contoh. Disuruh dulu baru diberi contoh. Nah, itu namanya mendidik anak,” katanya.

Baharuddin juga mengingatkan bahwa pola pendidikan anak perlu dilakukan secara bijak dan tidak serta-merta dimaknai sebagai tindakan kekerasan fisik.

Di sisi lain, Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ahmad Namsum, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, peran ibu semakin strategis di tengah perkembangan teknologi. Anak yang berada di rumah belum tentu sepenuhnya terhindar dari berbagai pengaruh negatif karena dapat mengakses beragam informasi melalui perangkat digital.

“Jangan sampai kita sudah berpikir, aman, anak saya sudah di rumah, tidak ke mana-mana, tetap dalam kamar. Tapi ingat, dalam kamar dengan kemajuan teknologi yang luar biasa, bisa membawa karakter dan prinsip anak, akhlak, bisa tergerus,” ujarnya.

Karena itu, Ahmad menilai orang tua perlu meningkatkan pengawasan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan anak. Pendampingan diperlukan agar anak mampu menyaring informasi dan tetap memiliki pegangan nilai agama, moral dan etika.

Melalui kegiatan ini, Komisi Perempuan MUI Kota Makassar berharap para peserta dapat menjadi penggerak dalam memperkuat pendidikan karakter anak yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama FGD diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta ditularkan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Exit mobile version