MUIMAKASSAR.ORG, Makassar – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar resmi meluncurkan sebuah buku berjudul “Konsep Ukhuwah: Persaudaraan Sesama Muslim, Ukhuwah Basyariah dan Ukhuwah Khalqiah” pada Sabtu (6/9/2025). Peluncuran buku itu dilakukan pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) bertema Internalisasi Nilai-nilai Ukhuwah Perspektif Keberagaman yang digelar Komisi Ukhuwah MUI Makassar di Hotel Almadera.
Buku tersebut terdiri 101 halaman memuat enam bab yang membahas dimensi persaudaraan dari berbagai perspektif. Isinya mencakup ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathaniah, ukhuwah insaniah, dan ukhuwah khalqiah. Buku didesain bersampul putih dengan logo besar MUI di tengahnya.
Penulis buku merupakan tim akademisi dan ulama, yakni Prof. Dr. KH. Muammar Bakri, Lc., M.A., Prof. Dr. H.M. Natsir Siola, M.Ag., Prof. Dr. H. Andi Marjuni, M.Ag., Dr. Machmud Suyuti, M.Ag., dan Dr. Muhammad Sabir Maidin, M.Ag.

Muammar Bakry adalah Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Selatan, Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami dan Rektor Universitas Islam Makassar. Kemudian M. Natsir Siola adalah Ketua Komisi Ukhuwah MUI Sulawesi Selatan dan sebagai Dosen pada Fakultas Ushuluddin Filsafat UIN Alauddin Makassar. Selanjutnya Andi Marjuni adalah Ketua Komisi Bidang Pendidikan dan Kader Ulama MUI Provinsi Sulawesi Selatan, juga sebagai Dosen pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.
Penulis berikutnya Machmud Suyuti adalah Ketua Komisi Ukhuwah MUI Kota Makassar, aktifis NU dan Katib ‘Am di Jam’iyah Khalwatiyah. Dan, Muhammad Sabir Maidin adalah Sekretaris MUI Kota Makassar, juga sebagai Dosen pada Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN Alauddin Makassar.
Ketua MUI Kota Makassar, AG. Syekh Dr. KH. Baharuddin HS, M.A., dalam kata pengantarnya menyampaikan apresiasi atas lahirnya karya ilmiah tersebut. Menurutnya, buku tersebut akan menambah khazanah pemikiran keislaman, khususnya terkait nilai-nilai ukhuwah yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa.
“Harus diakui, hubungan horizontal perspektif keagamaan antara MUI dengan pemerintah telah terjalin secara harmonis. Itu juga bagian dari ukhuwah yang senantiasa dipertahankan. Lebih dari itu, hubungan hablun minan nas dengan masyarakat luas tercermin dalam ukhuwah wathaniah dan basyariah, sekaligus upaya MUI melestarikan lingkungan sebagai wujud ukhuwah khalqiah,” ungkapnya.
Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi pijakan bersama dalam memperkuat persaudaraan lintas dimensi—baik antarumat beragama, antarwarga bangsa, maupun dalam menjaga kelestarian ciptaan Tuhan. (*)
